Jumat, 20 Desember 2013

Universitas Bina Darma

 

Sejarah

Atas prakarsa Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc. dan kawan-kawan pada tanggal 28 Desember 1993 didirikan Yayasan Bina Darma dengan Akta Notaris Alia Ghani, S.H. Nomor : 95. Kemudian tanggal 10 Maret 2001 terjadi perubahan pendiri Yayasan Bina Darma berdasarkan akta notaris Thamrin nomor : 6. Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan ini antara lain untuk turut serta secara aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional dan turut serta membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Mengingat sarana dan prasarana yang disediakan oleh Yayasan sudah cukup memadai untuk menyelenggarakan suatu program pendidikan tinggi di Sumatera Selatan, maka didirikanlah 2 (dua) Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma yang diasuh dan dibina oleh Yayasan Bina Darma berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor : 027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR. Namun pada saat ini, STMIK Bina Darma telah mendapat status TERAKREDITASI untuk kedua program studi yang diselenggarakan, yaitu program studi Sistem Informasi (SI) dan program studi Teknik Informatika (TI) jenjang program strata satu (S1). Berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 038/BAN-PT/Ak-IV/I/2001 tanggal 25 Januari 2001.
Kemudian pada tahun 1995, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor : 488/DIKTI/Kep/1995, tanggal 29 Nopember 1995, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk program studi Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi jenjang program Diploma I (D1). Pada tahun 1998, STMIK Bina Darma menambah lagi beberapa program studi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 083/D/O/1998 tanggal 4 Maret 1998 STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk program studi Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi dan Teknik Komputer jenjang program Diploma Tiga (D.III). Pada saat ini, ketiga program studi tersebut sudah mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan nomor : 001/BAN-PT/Ak-I/Dpl/III/2002 tanggal 8 Maret 2002.
Selain STMIK Bina Darma juga menyelenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma berdasarkan SK. Mendikbud RI Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994. Pada saat ini STIE Bina Darma telah mendapat status TERAKREDITASI untuk kedua program studi yang diselenggarakan, yaitu program studi Manajemen dan program studi Akuntansi jenjang program strata satu (S1) berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Dirjen Dikti Nomor : 021/BAN-PT/Ak-IV/VIII/2000. Pada tahun 1998 berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti nomor : 127/DIKTI/Kep/1998 tahun 1998 dibuka program studi Manajemen Perusahaan dan Administrasi Bisnis jenjang program Diploma Tiga (D III) dengan status TERDAFTAR. Pada saat ini kedua program studi tersebut sudah mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Dirjen Dikti nomor : 001/BAN-PT/AK-I/Dpl/III/2002.
Kemudian sejalan dengan berjalannya waktu, maka pada tanggal 30 April 2001 berdasarkan Akte Notaris Thamrin nomor : 36, Yayasan Bina Darma mengambil alih pengelolaan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Graha Darma. Untuk itu Yayasan Bina Darma mengubah nama Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Graha Darma menjadi Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Darma berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001.
Pada perkembangan selanjutnya atas segala usaha dan prestasi semua unsur yang ada di ketiga Sekolah Tinggi yang berada dalam naungan Yayasan Bina Darma yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Darma digabung menjadi Universitas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 tentang Penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi menjadi Universitas dan Penambahan Izin Penyelenggaraan Program Studi Baru yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Darma di Palembang. Berhubungan dengan itu maka untuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma berubah menjadi Fakultas Ilmu Komputer, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma berubah menjadi Fakultas Ekonomi, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) berubah menjadi Fakultas Bahasa dan Sastra, dan ditambah dua Fakultas lagi yaitu Fakultas Teknik dengan program studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknologi Industri dan Teknik Hasil Pertanian jenjang studi strata satu (S1), dan Fakultas Psikologi dengan program studi Psikologi jenjang studi strata satu (S1).
Universitas Bina Darma adalah PTS yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 5 (lima) Fakultas dengan program studi unggulan tiap Fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma yang saat ini mengelola 5 (lima) Fakultas dengan 18 program studi, mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat.
Tahun 2007 Universitas Bina Darma membenahi diri dengan mengubah Fakultas Bahasa dan Sastra menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Program studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jadi Fakultas yang ada di Bina Darma sekarang ini adalah Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Komunikasi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Program Pendidikan dan Fakultas-Fakultas
Program Strata 2
1. Magister Manajemen (MM) 2. Magister Teknik Informatika (M.Kom)
Program Strata 1
Fakultas Ilmu Komunikasi Jurnalistik/Broadcasting, Public Relations, Advertising/Marketing Komunikasi
Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatik Sistem Informasi
Fakultas Ekonomi Manajemen Akuntansi
Fakultas Teknik Teknik Sipil Teknik Elektro Teknik Industri
Fakultas Ilmu Pendidikan Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Olah Raga
Fakultas Bahasa dan Sastra Bahasa Inggris
Fakultas Psikologi

Kegiatan Mahasiswa

KOMIK (Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi), B'Radio (Bina Darma Radio Komunitas)
Lembaga Dakwah Kampus Al Qorib,
HMI Komisariat Bina Darma,
Mabidar (Mahasiswa Pencinta Alam Bina Darma),
http://himsif.web.id (Himpunan Mahasiswa Manajemen Informatika dan Sistem Informasi)
English Debate, Speech, Scrabble

Fasilitas Penunjang

Laboratorium Komunikasi, Studio Broadcasting Radio, Lab Fotografi, Lab Komputer,Lab Cisco Systems Hot Spot Lapangan Basket, Lapangan Voli, Perpustakaan, Bank, Mushola. Agro Wisata Bina Darma

 d.wikipedia.org/wiki/Universitas_Bina_Darma

Jumat, 06 Desember 2013

Seni dan Budaya

Festival perahu hias dan lomba bidar di Sungai Musi
Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.
Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:
  • Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)[19]
  • Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan
  • Syarofal Anam adalah kesenian Islami yang dibawa oleh para saudagar Arab dulu, dan menjadi terkenal di Palembang oleh KH. M Akib, Ki Kemas H. Umar dan S. Abdullah bin Alwi Jamalullail
  • Lagu Daerah seperti Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
  • Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit
Selain itu Kota Palembang menyimpan salah satu jenis tekstil terbaik di dunia yaitu kain songket. Kain songket Palembang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan di antara keluarga kain tenun tangan kain ini sering disebut sebagai Ratunya Kain. Hingga saat ini kain songket masih dibuat dengan cara ditenun secara manual dan menggunakan alat tenun tradisional. Sejak zaman dahulu kain songket telah digunakan sebagai pakaian adat kerajaan. Warna yang lazim digunakan kain songket adalah warna emas dan merah. Kedua warna ini melambangkan zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruh China pada masa lampau. Material yang dipakai untuk menghasilkan warna emas ini adalah benang emas yang didatangkan langsung dari China, Jepang dan Thailand. Benang emas inilah yang membuat harga kain songket melambung tinggi dan menjadikannya sebagai salah satu tekstil terbaik di dunia.
Selain kain songket, saat ini masyarakat Palembang tengah giat mengembangkan jenis tekstil baru yang disebut batik Palembang. Berbeda dengan batik Jawa, batik Palembang nampak lebih ceria karena menggunakan warna - warna terang dan masih mempertahankan motif - motif tradisional setempat.
Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan dan Tahun Baru Masehi.

Prestasi

Beberapa prestasi Kota Palembang :
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2007 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2008 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2009 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2010 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2011 (Adipura Award).
  • Peringkat III Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2012 (Adipura Award).
  • Taman Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Kambang Iwak (KI Family Park).
  • Asean Environment Sustainable City 2008, sebagai Kota Terbersih se-Asean.
  • Terminal Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Terminal Alang-Alang Lebar 2011.
  • Terminal Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Terminal Sako 2013.

Radio

Kota Palembang juga memiliki beberapa terdiri dari 20-buah stasiun radio bersiaran lokal seperti :
Frekuensi Stasiun Radio Jaringan
AM (Amplitude Modulation)
954 Radio Islam Palembang
1062 Radio Suara Palembang
1287 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 1 Radio Republik Indonesia
1301 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 2 Radio Republik Indonesia
1321 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 3 Radio Republik Indonesia
1328 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 4 Radio Republik Indonesia
FM (Frequency Modulation)
87.6 Sindo Trijaya FM Sindo Trijaya FM
88.4 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 4 Radio Republik Indonesia
88.8 Radio Ismoyo (96.3)
89.2 Radio Oz Radio Oz
89.6 Radio Prambors Palembang Radio Prambors
90.0 Radio Female
90.8 Radio Nian
91.6 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 2
92.4 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 1 Radio Republik Indonesia
93.2 Radio Ridho
93.7 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 3 Radio Republik Indonesia
94.3 Radio Sriwijaya
95.1 Radio Megah
95.9 Radio El John
96.3 Radio Ismoyo (88.8)
96.7 Radio Musi
97.1 Radio Republik Indonesia Palembang Programma 3 Radio Republik Indonesia
97.5 Radio Play
98.3 Radio Elita
99.1 Radio Pesona Indah
101.0 Radio Global
101.8 Radio Smart
102.6 Radio Sonora Radio Sonora
102.9 Radio Dangdut Indonesia Radio Dangdut Indonesia
103.4 Radio LCBS
103.7 Radio Elshinta Elshinta
104.2 Radio Momea
105.0 Radio La Nugraha
105.8 Radio Ramona
107.0 C-Radio
107.5 Ghiro
107.6 B- Radio
107.7 ACMY Radio
107.8 Radio Suara Rakyat
107.9 Radio Suara Palembang

Surat kabar

Beberapa tediri dari 16-surat kabar yang terbit di kota ini antara lain:

Nasional (8-surat kabar)

  1. The Jakarta Post
  2. Harian Seputar Indonesia
  3. Media Indonesia
  4. Kompas
  5. Suara Pembaruan
  6. Republika
  7. Koran Tempo
  8. Bisnis Indonesia

Lokal (9-surat kabar)

  1. Tribun Sumsel
  2. Sriwijaya Post
  3. Sumatera Ekspres
  4. Sumsel Post
  5. Palembang Post
  6. Palembang Express
  7. Radar Palembang
  8. Rakyat Palembang

Televisi

Kota Palembang juga memiliki beberapa terdiri dari 20-buah stasiun televisi bersiaran nasional dan lokal.
Stasiun Televisi Frekuensi Jaringan Status
Nasional (11-saluran)
TVRI Nasional 10 UHF TVRI Nasional
RCTI 24 UHF MNC
SCTV 32 UHF Emtek
MNCTV 38 UHF MNC
ANTV 26 UHF Viva
Indosiar 28 UHF Emtek
MetroTV 34 UHF Media
Trans TV 30 UHF Trans
Global TV 36 UHF MNC
Trans7 22 UHF Trans
tvOne 40 UHF Viva
Daerah (9-saluran)
TVRI Sumatera Selatan 46 UHF TVRI Lokal
Sriwijaya TV 48 UHF Bali TV
Station 1 52 UHF B-Channel
Sky TV 44 UHF SINDOtv
MNC News 47 UHF Indovision
TV Edukasi 62 UHF Kemendikbud
Palembang TV 42 UHF JPMC
NET. Palembang 59 UHF NET.
MOS TV 52 UHF Kompas TV
Nasional lokal Daerah(11-saluran)
RCTI Palembang 24 UHF MNC Lokal Dan Nasional
SCTV Palembang 32 UHF Emtek
MNCTV Palembang 38 UHF MNC
ANTV Palembang 26 UHF Viva
Indosiar Palembang 28 UHF Emtek
MetroTV Palembang 34 UHF Media
Trans TV Palembang 30 UHF Trans
Global TV Palembang 36 UHF MNC
Trans7 Palembang 22 UHF Trans
tvOne Palembang 40 UHF Viva

Transportasi

Armada bus Trans Musi
Warga Palembang banyak menggunakan bus dan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Selain menggunakan bus dan angkot, moda transportasi taksi juga banyak digunakan masyarakat. Terdapat beberapa perusahaan taksi yang beroperasi di penjuru kota. Selain taksi dan angkutan kota di Palembang dapat ditemukan bajaj yang berperan sebagai angkutan perumahan, dimana setiap bajaj memiliki kode warna tertentu yang hanya boleh beroperasi di wilayah tertentu di kota Palembang. Sebagai sebuah kota yang dilalui oleh beberapa sungai besar, masyarakat Palembang juga mengenal angkutan air, yang disebut ketek. Ketek ini melayani penyeberangan sungai melalui berbagai dermaga di sepanjang Sungai Musi, Ogan dan Komering. Baru-baru ini telah dibuka jalur kereta komuter yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya yang melayani jalur Kertapati-Indralaya. Selain itu, pada awal tahun 2010 rute angkutan kota dan bus kota di beberapa bagian kota akan digantikan oleh kendaraan umum baru berupa bus Trans Musi yang serupa dengan bus Trans Jakarta di Jakarta. Hal ini akan terus dilakukan secara bertahap di bagian kota lainnya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan umum di Palembang yang semakin banyak dan tidak terkendali jumlahnya serta mengurangi kemacetan karena kendaraan ini memiliki jalur laju khusus yang terpisah dari kendaraan lainnya.
Palembang memiliki sebuah Bandar Udara Internasional yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Bandara ini terletak di barat laut Palembang, melayani baik penerbangan domestik maupun internasional. Bandara ini juga menjadi embarkasi haji bagi warga Sumatera Selatan. Penerbangan domestik melayani jalur Palembang ke Jakarta, Bandung, Batam, Pangkal Pinang dan kota-kota lainnya, sedangkan penerbangan internasional melayani Singapura, Kuala Lumpur, Malaka, Hongkong, China dan Thailand.
Palembang juga memiliki tiga pelabuhan utama yaitu Boom Baru, Pelabuhan 36 Ilir dan Pelabuhan Tanjung Api Api. Ketiga pelabuhan ini melayani pengangkutan penumpang menggunakan ferry ke Muntok (Bangka) dan Batam. Saat ini sedang dibangun pelabuhan Tanjung Api-api yang melayani pengangkutan penumpang dan barang masuk serta keluar Sumatera Selatan.
Selain itu Palembang juga memiliki Stasiun Kertapati yang terletak di tepi sungai Ogan, Kertapati. Stasiun ini menghubungkan wilayah Palembang dengan Bandar Lampung, Tanjung Enim, Lahat, dan Lubuklinggau